Sebelum Senin

dari Agung Dwi Ertato

jantungku bergetar
dalam perjalanan menuju mimbar.

senin adalah kegaduhan, waktu, dan perasaan yang kian lambat.

apakah waktu memang bebal memaksa kita bersitegang dengan kenangan
sebelum berakhir di mimbar
sebelum berakhir di sebuah pertanyaan-pertanyaan

hari makin gaib, setelah beberapa tetesan waktu menghimpit

inikah akhir?
inikah awal?
sesudah itu tiada lagi

siapa yang akan datang dari atas mimbar
atau sebuah altar
untuk sebuah pesta

mungkin
perpisahan yang kian berulang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s