Surat berantah

Aku tahu aku akan sampai pada saat ini.
Entah ini namanya apa, mungkin rindu, mungkin hanya belum terbiasa. Tapi sepertinya bukan rindu, hanya gemuruh sepi di dalam dada.
Aku paham kita akan takluk pada waktu. Tapi ini bukan soal menyerah, ini perkara merelakan. Bukan patah arang, hanya rehat sebentar.

P.S: Aku tidak pernah berniat melupakanmu, tapi aku juga tak berusaha mengingatmu. Kalau nanti aku lupa, itu wajar. Begitu pula sebaliknya. Bukankah ini hanya masalah waktu saja?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s