Catatancatatan

Kalau sore ini harus berlalu, biarlah. Memang seharusnya begitu, dengan atau tanpa kita. Meski aku sedang ingin berbagi denganmu, berbagi jingga, yang meski hanya sedikit tapi tetap saja jingga.
Dan hutanhutan pinus tetap diam. Menyimpan mungkin sejuta cerita, mungkin satu cerita. Tapi tak mungkin tak ada cerita, karena pinus-pinus di dalamnya pun pasti memiliki cerita. 
***
Sebentar lagi matahari benar-benar tenggelam. Jingganya sudah semakin pekat. Lalu ia tiada, bulan menggantikannya. Mungkin kita adalah matahari. Mungkin kita adalah bulan. Tapi yang pasti, kita adalah mungkin itu sendiri. Kita mungkin apa saja. Mungkin kita bukan apa-apa.
Dan barisan pohon di kejauhan sana mengajarkan ketabahan dan ketegaran. Diam, tapi tumbuh. Lalu tumbang. Tak ada yang peduli, tapi tetap tumbuh, tetap berbiak. Hebat. Setiap kehilangan daun-daunnya, ia tak menangis.
Langit yang menyemburat jingga sungguh pesona luar biasa. Aku ingin berbagi denganmu. Tapi aku hanya sendiri. Mungkin kamu ingin berbagi dengannya. Kamu pasti ingin berbagi dengannya. Ah, sudahlah. Aku rindu kamu. Kita belum sempat menyaksikan senja bersama.
***
Matahari telah sepenuhnya terbenam. Langit adalah lambang ketakberhinggaan. Cakrawala nan luas terlihat bijaksana. Awan-awan yang menghiasi tak kalah megah. Tuhan memang Luar Biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s