Entahlah

“yasudah, tak apa. Berarti tak ada harapanku lagi padamu selain kau bahagia”

Kalimat itu terucap dr bibir seorang ayah pada anaknya. Seketika dunia sang ayah kehilangan keseimbangan. Seketika dunia sang anak kehilangan keseimbangan. Keraguraguan tumbuh. Penyangkalan, pembenaran, pemahaman, keegoisan bercampur aduk, saling berkelindan. Sang anak menyesal, sang ayah menyesal. Tapi perasaan itu ditepis pertanyaan “menyesal untuk apa?”

Diam.
Tapi berisik

Mungkin nanti, kalau guncangan di dunia keduanya mereda, akan ada kata-kata terlontar, lalu hadir tenang. Nanti pasti. Tak mungkin tidak.
Ayah dan anak, dua individu yang entah mengapa selalu saling bergantung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s