Lorong

Lorong

Aku rindu main di lorong-lorong Taman Sari, dik Kinari. Aku ingat betapa kamu sangat kasihan dengan pengemis yang selalu diam di ujung lorong, dan tangan kecilmu memasukkan uang yang kau minta dari ibumu ke dalam kardus yag memang ada di sampingnya. Saat itu aku belajar ketulusan darimu. Mungkin nanti kalau aku ke sana, kamu sudah besar, dan pengemis itu sudah tidak di sana lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s