Tulisan-Tulisan Yang Tercecer

oleh Agung Dwi Ertato

Di bawah pohon kemarau ia dengar kernyit dahi perempuan di ujung kota. “Ada selamat datang”, demikian ia dengar, “Juga selamat tinggal”. Di gerbang itu, perempuan ingin sekali mendengar selamat datang atau selamat tinggal. Tapi ia, perempuan yang mungkin tak dikenalnya, hanya bisa membaca papan jalan dan mungkin isyarat yang mungkin tak pernah ia dengar.

2012

 

“Barangkali,” katanya sambil memainkan ujung-ujung jari. “Barangkali kita harus,” ia terhenti. Telepon genggamnya berdering. Ia lihat pesan yang sampai padanya. “Barangkali kita butuh istirahat.” kata seseorang dalam telepon genggamnya. 

2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s