Tulisan-Tulisan Yang Tercecer

oleh Agung Dwi Ertato Di bawah pohon kemarau ia dengar kernyit dahi perempuan di ujung kota. “Ada selamat datang”, demikian ia dengar, “Juga selamat tinggal”. Di gerbang itu, perempuan ingin sekali mendengar selamat datang atau selamat tinggal. Tapi ia, perempuan yang mungkin tak dikenalnya, hanya bisa membaca papan jalan dan mungkin isyarat yang mungkin tak […]