Meracau itu nikmat

Pada mulanya adalah salah dan kalah. Siapa yang tahu akhir? Dan doa hanya meluncur bila perlu. Siapa yang perlu? Manusia dan segala keanehannya jangan diharapkan, bisa mati capek nanti. Memang sudah waktunya sadar dan lekas bangun. Sudah bukan zamannya lagi untuk bermimpi. Mimpi hanya perlu jika sudah muak dengan nyata.

Ah, ribet! Sedang mata masih saja memiliki air; otak dan hati masih memiliki pertentangan. Tapi itu bagus. Artinya hidup masih normal. Ketika semua teratur dan damai itu pertanda akhir sudah dekat. –Meracau itu nikmat!– Continue reading “Meracau itu nikmat”

Advertisements