Wanita Di Pewayangan

‘Apakah begini rasanya jadi perempuan di pewayangan?’ pikir Gendhis. Ibunya, neneknya, budhenya, semuanya bagai wanita di pewayangan yang menerima semua penderitaan dengan ikhlas dan mengabdi sepenuhnya terhadap suami. Ia juga ingin seperti itu.

Ia tahu bahwa Raffi, suaminya, tidak akan terlalu setia padanya. Dia tahu. Tapi dia berpura-pura tidak tahu. Tapi ketika suaminya menjadi begitu diam, ia tak tahan lagi. Ia butuh perhatian. Ketika suaminya begitu diam padanya, selalu muncul kecurigaan bahwa suaminya sedang menjadi pria yang penuh perhatian kepada wanita lain. Sekali waktu pernah ia merusak kepercayaan suaminya. Ia membuka akun media sosial suaminya dan ia menemukan bahwa suaminya begitu perhatian kepada wanita lain ketika ia kira suaminya sibuk dan butuh istirahat. Hatinya luka. Kepercayaannya rusak.

Ia teringat akan Sumbadra. Apa yang dia rasakan ketika tahu Arjuna memiliki banyak wanita lain selain dirinya? Mungkin ia Sumbadra, mungkin ia Kunthi, tapi jelas ia bukan Drupadi yang hanya diperisteri oleh Yudhistira, atau Gandari yang diperisteri Destarastra.

Tapi ia berusaha menyembuhkanlukanya sendiri, Raffi tidak tahu tentang lukanya. Ia teringat semua Wanita di pewayangan, apakah suami mereka tahu tentang isi hati mereka? Sepertinya tidak. Ketika lukanya sembuh, ia harus berpisah lagi dengan Raffi. Raffi bekerja di luar kota. Ia takut perpisahan. Dengan perpisahan muncul kebosanan dengan sedikit rindu. Tapi Gendhis tidak pernah bosan dengan Raffi. Ia hanya ingin diperhatikan oleh Raffi. Selama ini ia rasa ia sudah cukup bersabar dan berkorban untuk Raffi, tapi Raffi tetap suka diam. Apakah Arjuna juga suka diam? Apakah Yudhistira juga suka diam? Ia teringat Hanuman, tiba-tiba ia ingin menjadi Trijata.

Seperti wanita lain, Gendhis ingin diperhatikan dan dibahagiakan. Tapi ia juga mengerti bahwa Raffi butuh dimengerti. Raffi sibuk, sehinggaia tidak bisa memberikan perhatian seperti yang diinginkan Gendhis. Ia juga mengerti bahwa Raffi harus memikirkan keluarganya, sehingga Gendhis harus mengalah. Ia mengerti sepenuhnya. Tapi ia juga wanita. Ia ingin disayang, dimanja, diutamakan. Tapi tentu tak elok jika terlalu manja dan merajuk. Tak tahu diri, namanya. Ia harus tegar, tegas, dan mandiri juga harus selalu mendukung Raffi. Ia mengerti bahwa tak sepatutnya ia terlalu memanjakan kesedihannya, tapi gelisah terus bergemuruh di hatinya.

Apakah harusnya ia melepas Raffi? ia pernah sekali dua kali berpikir seperti itu, tapi ia tahu, itu tindakan wanita yang tidak bersyukur. Mungkin Raffi adalah cara yang diberikan Tuhan agar ia belajar bersabar. Agar ia belajar mengasihi tanpa mengharapkan imbalan. Gendhis menyayangi Raffi. ia ingin membahagiakan Raffi, dan hanya berharap Raffi merasakan rasa sayangnya. sepertinya raffi merasakan kasih sayangnya. Buktinya ia memberikan surat yang isinya pengakuan tentang rasanya kepada Gendhis dan permohonan maafnya karena ia tidak pandai membalas perhatian Gendhis. Surat itu adalah penghiburan yang amat berharga bagi Gendhis. Ketika Raffi menjadi terlalu diam, ia membaca lagi surat itu. Lalu ia akan tersenyum dan lupa bahwa ia membutuhkan perhatian Raffi.

Saat ini Gendhis ingin menangis. Menangisi Raffi yang sekarang terlalu diam sehingga hatinya menjadi terlalu dingin dan sepi. Ia ingin menangis sepuas-puasnya hingga tidak ada lagi kesedihan yang tersisa, jadi Raffi hanya tahu bahwa ia bahagia. Ia ingin menangis agar hatinya basah. Ia ingin menangis sampai ia lupa alasan kenapa ia menangis.

Tapi ia tidak menangis. Ia tidak meberi tahu Raffi bahwa ia membutuhkannya. Ia tidak marah. Ia tidak sedih. Ia menjadi sangat diam. Ia menjadi tidak peduli lagi tentang hatinya, tentang Raffi. Ia menjadi amat diam, sama seperti ibunya, neneknya, budhenya, dan sama seperti wanita di pewayangan.

 

*****

tapi, apakah memang benar wanita di pewayangan seperti itu? ataukah itu hanya pembenaran Gendhis? Gendhis tidak tahu, ia tidak mau tahu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s