Ceracau pada petang

Terlalu hambar rasarasanya
Tak sedih, tak bahagia
Hanya tahu baik dan buruk.
Tapi itu sudah cukup. Untuk saat ini.
Semua hanya mungkin. Tak akan menjadi baik selamanya, pun sebaliknya. Dua dahan tak selamanya bertengger pada pohon; mungkin nanti patah, mungkin nanti bertambah.
Kalau dunia masih berputar, itu cukup. Kalau kemanusiaan masih manusia, itu cukup. Mungkin nanti manusia lupa pada kemanusiaan, mungkin lekat pada kemesinan, atau kehewanan. Tapi siapa aku untuk menghakimi seperti tuhan? Tuhan saja tidak menghakimi. Aku di sayang tuhan, aku sayang tuhan. Itu cukup.
Tentang rasa, mungkin nanti rasa baru akan bermakna. Sekarang belum waktunya. Dan soal waktu, siapa yang dapat menebaknya kecuali dia, semesta, dan tuhan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s