Celoteh subuh

Sekarang hampir subuh. Apa yang sedang kamu lakukan? Tidur nyenyakkah kamu? Tidurlah yang nyenyak. Aku bertaruh, kamu pasti baru saja terlelap beberapa jam yang lalu. Tidakkah kamu lelah?
Tadi aku melakukan perjalanan dini hari. Hujan turun, jalanan basah dan sepi, lampu jalan remang. Aku membayangkan perjalanan jauh. Mungkin lain kali aku harus melakukannya, entah dengan siapa. Kamu tentu sering melakukan perjalanan jauh.
Siapa atau apa yang kamu kenang ketika hujan turun? Hujan turun lagi. Rintik di atap kamrku terdengar jelas. Mengingatanku pada masa-masa yang telah lalu. Menyeret kesedihan dan kebahagiaan yang terserak dalam kenangan untuk hadir dalam bayangan. Aku menikmati keduanya. Ada saatnya, ketika kita sedang benar-benar sendiri, kita menertawakan semua kebodohan dan kesdihan di masa lalu.
Aku belum ingin terlelap, masih ingin mendengar hujan yang kini rimis saja.
Tidur. Tidurlah yang nyenyak. Jangan bermimpi. Hadirkan ketenangan dalam tidurmu. Esok, ketika pagimu basah, tengoklah daun basah di pohon depan kamarmu, ada pesankuku terselip di sana. Bunyinya “semoga selalu sejuk dan menyejukkan”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s