sekadar ocehan

Dan ada yang hanya semu, bahkan ketika kukira tak akan membuat jemu. Rupa tak mendefinisikan rasa, tapi rasa yang mendefinisikan rupa. Lahir dan batin kadang sering tidak seirama. Lalu doa meluncur. Memperhalus semua. Doamu yang mana yang ingin lekas dikabulkan? Pagi datang dengan harapan, siang menawarkan kekecewaan, lalu sore datang dengan perenungan, pada malam semua diusahakan selesai. Kejutan adalah yang paling bebas. Dia bisa datang kapan saja, di mana saja. siapa sangka, bukan?

Hidup memang hebat. Kehidupan memang mempesona. Tapi kenapa ada yang bilang kehidupan setelah mati? Hidup dan mati adalah sesuatu yang bertolak belakang, kan? atau baiknya kita sebut kematian yang hidup? Ah, kematian yang hidup..indah, ya? Seandainya saja setiap kematian adalah kematian yang hidup. Ah, tapi bahkan aku tak benar-benar mengerti apa itu kematian yang hidup. Aku memang tak tahu apa-apa.

Selamat pagi, burung camar. Selamat menikmati pantai ya. Aku di sini menikmati tanah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s