Ranum, surat lagi, nih

Halo, Ranum.Apa kabarmu? Lama juga kita tidak bertukar kabar. Aku rindu kamu, Ranum. Aku rindu bercerita denganmu. Apa kabar kotamu? Di kotaku sedang musim pancaroba sepertinya. Sebentar panas, sebentar hujan. Aku paling suka kalau cuacanya sedang mendung. Mendung seharian.Tanpa hujan, tanpa panas. Jika suasananya seperti itu, rasanya aku ingin mengajakmu jalan-jalan.Ya, maafkan aku yang seolah-olah tertelan rutinitasku di sini, padahal aku tidak menghasilkan apa-apa juga.

 

Aku masih suka bangun pagi, Ranum. Melihat langit dini hari. Kadang langitnya ungu dengan semburat jingga. Kadang kelam saja langit pagi itu. Aku juga masih suka senja. Aku suka ketika langit berwarna jingga atau semi jingga. Aku paling suka menikmati senja di pinggir danau di fakultasku. Menurutku, perpaduan antara gedung kampus, langit jingga, dan danau yang tenang adalah suatu kenyamanan yang aneh. Aku selalu merasa ganjil pada senja. Betapa keindahan yang memukau mata memang tidak dapat bertahan lama, kecuali kita mampu melihat malam dari sudut pandang lain. Jika kita mampu memandang malam dari sudut pandang lain, tentu saja keindahan itu kekal. Adanya semesta juga sudah merupakan sebuah keindahan yang luar biasa.

 

Belakangan ini aku suka pada stasiun, Ranum. Aku suka langit-langit stasiun. Entah mengapa, menurutku langit-langit stasiun adalah hal yang tabah. lebih tabah daripada sepasang rel yang tidak pernah bisa menyatu. Bukan, bukan tiba-tiba aku suka pada langit-langit stasiun. Sejak dulu aku suka salah satu bangunan Stasiun di kotaku. Aku suka bangunan itu karena membuatku membayangkan jaman pendudukan Belanda. Pintu dan jendela tinggi dengan aksen melengkung pada bagian atasnya, langit-langitnya yang tinggi, dan jam bundar tua yang ada di stasiun membantuku berimajinasi. Tapi aku belum pernah benar-benar menikmati stasiun sebelumnya.

 

Tapi kemarin aku menikmati stasiun. Pernah aku sendiri menikmati salah satu stasiun paling akhir. Di belakang stasiun itu terdapat lanskap gunung yang menambah indah pemandangan. Aku duduk agak lama di stasiun. Menikmati dan mengamati kegiatan orang-orang yang hilir mudik. Betapa sibuk dunia ini. Hanya beberapa orang aneh saja yang menghabiskan waktu mengamati orang lain, seperti aku ini. Aku aneh ya, Ranum? Tapi aku suka seperti ini. Aku menikmati waktu tenang mengamati keramaian, jadi kalau nanti aku menjadi salah satu bagian dari kesibukan dunia, menjadi manusia sibuk yang selalu bergerak, aku tidak terlalu menyesal karena aku sudah penah berhenti dan menikmati menjadi orang yang diam di tengah keramaian.

 

Lalu kulihat langit-langit stasiun itu, yang pasti umurnya sudah tua. Bosankah ia, Ranum? Sedihkah ia? Rindukah ia pada kereta yang meninggalkannya? Apakah ia pernah bosan menunggu? Atau malah ia menikmati waktunya menunggu? Dan kereta-kereta itu hanya singgah.Tidak ada yang benar-benar menetap. Sedihkah ia, Ranum? Ketika kereta tahu bahwa ia tak bisa berhenti berjalan, apakah stasiun menerima kenyataan bahwa ia tak akan pernah bisa ke mana-mana. Ia menyediakan diri sebagai tempat singgah kereta. Tanpanya, kereta tak akan bisa singgah. Tanpanya, kereta tak punya tujuan. Tapi ia tak pernah benar-benar jadi tujuan. Menyedihkan. Atau jangan-jangan mereka bahagia, Ranum? Aku tak tahu, sungguh. Aku hanya bisa menebak.

 

Ranum, kalau kau kereta, mungkin aku adalah stasiun tujuanmu. Tapi aku tak ingin menjadi stasiun. Aku ingin menjadi manusia saja. aku bahagia menjadi manusia. Eh, lain kali ayo kita nikmati stasiun kecil di kota kecil. Pasti syahdu. Kita habiskan senja di stasiun, lalu pulang. Hahahahahahaha. Sampai jumpa di surat berikutnya, Ranum. Sehat-sehat kamu di sana.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s