Jangan terlalu sedih, sayang. kenapa kamu menjadi terlalu rumit untuk dimengerti, meski kamu menyediakan diri untuk dibaca? kau ungkit lagi satu-satu yang membuatmu gelisah, tapi samasekali tidak untukku. kamu gelisah sendiri, kamu pembuat gelisahmu, dan kamu menyalahkan dunia. kamu lucu! sudahlah, jangan terlalu ramai dalam otakmu. atau, bolehlah ramai, tapi jangan sampai ribut. Aneh kan kalau ribut dengan diri sendiri? kamu sendiri yang ribut, kamu sendiri yang luka, tapi kamu masih saja menyalahkan dunia. Mari sayang, kita duduk di beranda. kita nikmati pemandangan yang sebenarnya biasa ini, tapi sesungguhnyalah pemandangan ini manis. lihatlh tetangga kita yang bermain dengan anaknya yang masih kecil. lihatlah pedagang itu yang pulang dengan hati gembira karena dagangannya habis terjual. lihatlah burung-burung yang masih saja terbang dan bersiul. kamu memang selama ini tersenyum, tapi kenapa hatimu jarang sekali tersenyum? Jangan ikat dirimu dengan pertanyaan-pertanyaan rumit yang berakar dari otak yang tak sebesar hati. uraikanlah semuanya dengan tenang. Jadilah orang yang berbahagia, sayang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s