Kepada Ranum

Halo, Ranum. Apa kabar kamu? Lama sudah aku tak  mengirim surat padamu. Beberapa waktu lalu aku sempat menulis surat untukmu, tapi tidak kuselesaikan. Maaf ya, Ranum. Tapi aku sungguh Rindu Kamu.

Ranum, aku mulai suka stasiun, terlebih langit-langitnya. Aku suka aksen Eropa yang ditinggalkan di stasiun oleh para penjajah itu. Semuanya membuat stasiun tampak anggun dan berwibawa. Langit-langitnya adalah hal yang paling tabah di antara semua bagian stasiun. Ia tak seperti rel yang memiliki pasangan. Ia sendiri, selalu jadi persinggahan. Selalu menyaksikan kedatangan dan keberangkatan kereta. Betapa mengharukan, bukan?

Kemarin aku ke Kota Tua. Ramai sekali di sana, tapi museum tetap sepi. seandainya ada pengunjung, kebanyakan hanya foto-foto saja. Mereka tidak meresapi benda-benda di museum. Kemarin aku terjebak pada masa lalu. Aku rasa aku tergila-gila dengan pesona Batavia Zaman penjajahan. Entah kenapa aku menganggap zaman itu adalah zaman paling eksotis. Ketika Kerajaan lokal masih berdiri, tapi juga ada kekuasaan Eropa. Aku membayangkan suasana zaman dulu, ketika kaum Belanda, Peranakan, Cina, Pribumi, melakukan kegiatan di sana. Betapa mengagumkan.

Ketika aku duduk di taman Fatahillah, menghadap ke Museum Fatahillah, aku merenung. dulu, di depan museum itu ada pembantaian etnis Cina. Kali Besar jadi tempat pembuangan mayatnya. Kemarin, di sana berdiri panggung besar. Masyarakat bertamasya di sana, dihibur oleh grup musik-grup musik yang menyuguhkan tontonan meriah dalam rangka memeriahkan ulang tahun Jakarta. Betapa waktu bisa mengubah segalanya.

Ranum, aku rindu kamu. Sungguh. Lama tak mengabarimu membuatku rindu. Ada banyak cerita yang ingin kubagi denganmu, tapi waktu membuatku lupa. Kalau saja kumampu menulis surat setiap hari untukmu, pasti aku tak akan rindu. Apa kabar kotamu? Apa kabar motormu? Doakan aku ya semoga aku selalu bahagia. Aku juga mendoakanmu. semoga kamu selalu bahagia.

 

P.S: Ibuku kemarin berkata kalau orang baik adalah orang yang berbuat baik, berkata yang baik, dan akhirnya mendapat yang baik. kamu baik 🙂 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s