halo, Ranum. Apa kabar? Tidak, tidak ada yang

halo, Ranum. Apa kabar? Tidak, tidak ada yang mendesak dalam surat yang tergesa ini. Di sini hanya ada bingung yang ingin diurai. Maafkan kalau aku lari padamu. Tapi kamu sungguh  baik. Aku tiba-tiba saja ingin menulis surat padamu.

Tapi aku tidak bisa benar-benar jujur dan bercerita seperti biasanya, Ranum. Aku bingung ketika jenuh tiba sesaat sebelum berakhirnya masa dan diiringi pula dengan amarah. Itu bukan aku, Ranum. Aku akan diam kalau jenuh tiba. Ini seseorang yang lain. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, kan,kalau dua kepala yang sama-sama keras berbentur? Tapi aku sungguh ingin ini semua lekas berakhir dengan indah.

maaf, Ranum. Di sini hanya ada bimbang dan bingung. tak ada cerita indah. Maaf.

 

P.S: aku sudah bertemu orang yang mirip denganmu, Ranum. Aku Bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s