Pertanyaan Tentang Senja dan Malam

Waktu terus berlari membawa fajar, siang, senja, juga malam.
Burung gereja masih saja bercengkarama di atas atap
Dan masihkah kau ingat hamparan rumput hijau di bukit sunyi itu?
Di sana ada kata yang tak terangkai
Ada kisah yang berserak
Sedang kita duduk berdua di atasnya.
Kau tanya, apakah senja begitu malu pada kita sehingga ia hanya menampakkan diri sekejap saja?
Aku tak tahu.
Tak ada yang mengerti senja kecuali waktu
Dan kau tak meminta jawaban lagi.
Apakah kau dengar desau angin yang berlari di antara ilalang pinggir padang?
ia menjawabmu dengan bahasanya.
sayang kau tak mengerti.

Lalu malam.
Kita berdiri, bersiap meninggalkan padang.
Dan kau bertanya lagi, apakah malam akan sedih Karena pada malam semua merasa cukup?
Aku pun tak tahu jawabannya.
Kau tak berkata, tapi kau menatapku dengan amat sangat dalam.
Matamu berbicara dengan bahasa yang dimengerti oleh hatiku.
Dan kita tetap tanpa kata, 
Kita pergi menjelajah malam.
Mencari jawaban.
Berdua.

Advertisements

One thought on “Pertanyaan Tentang Senja dan Malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s