Pada sabtu ada rindu

Ada satu hari yang cerah di Desember yang basah. Hari sabtu. Hari yang ditunggu-tunggu. Langit begitu bersih sejak semalam. Awan bergumpal seperti kapas, latarnya langit biru. Indah sekali. Hari yang dinantikan banyak orang untuk bergembira. Tapi bagaimana aku bisa tersenyum? Kita bertemu pun tidak. Padahal mataku sudah amat rindu bersitatap dengan matamu yang coklat. aku rindu bermain denganmu. Ketika kita menjejakkan kaki-kaki kita ke tempat-tempat ramai, sedang mulut dan mata kita berceloteh ria.
Barangkali kita memang lebih akrab dengan dini hari, ketika mata kita tak saling bersitatap, tapi kata-kata tetap tertukar. Bukan dengan pagi, senja, atau malam. Aku benci ketika rindu menusukku terlalu dalam. Ada yang kosong dan ingin diisi. Diisi olehmu.
Aku butuh suaramu untuk menyembuhkan kepenatan ini. Sungguh. Aku butuh lenganmu. Butuh pundakmu. Butuh kamu. 

Catatan Sabtu yang lalu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s