Halo lagi, Tuan

Halo lagi, tuan
Apa kabar kali ini? Masih baikkah?
Semalam saya melihat tuan sendiri bercengkrama dengan malam.
Wah, kenapa tuan tidak mengajak serta saya? Padahal tuan tahu saya pecinta malam.
Saya bingung, kenapa tuan begitu menikmati waktu tuan semalam? Seingat saya, tuan tidak begitu bersahabat dengan malam. Apalagi semalam ia begitu mesra dengan angin; kombinasi yang tuan benci.
Saya sebenarnya cemburu dengan malam. Bukankah lebih baik semalam tuan bercengkrama dengan saya? Atau mungkin tuan sudah bosan berkata-kata? Karena bercengkrama dengan malam berarti menjelma sunyi.
Tuan, senja dan hujan masih saja menjadi pengingat bagi saya tentang tuan. Betapa tidak, tuan memberikan saya tiga bingkisan di tiga senja jingga, yang ketiganya diiringi hujan yang riuh. O iya, ketiganya disaksikan oleh telaga.
Sudahkah tuan terjaga? Semoga tuan sehat selalu. Saya harus berhenti menulis sebelum kata-kata mengubah dirinya menjadi sembilu.
Selamat pagi!

Advertisements

2 thoughts on “Halo lagi, Tuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s