sehabis pemakaman

untuk yang telah ditinggal

tanah merah masih menempel pada tapak-tapak kaki lusuh
begitu banyak lorong yang telah terlewat
masih adakah jalan yang belum kau hapal?
angin membolak-balik daun yang lepas dari pegangan
air meredam semua keluh
lamat-lamat kau mulai merapal kata-kata penghibur
tepuk-tepuk tangan berhamburan merekah mewarnai dinding terlembut
kau mulai tersenyum
kau bersiap memungut daun-daun yang terlepas.
“aku akan menjaga daun-daun ini. angin terlalu usil” begitu katamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s