untuk ayah dan ibu

“doa ibu tak pernah menyesatkan, nak.”
begitu kata ibuku seusai beribadah malam.
ibuku mendoakanku.
ia berdoa agar aku selalu dicinta.
semoga aku selalu dikelilingi orang baik dan menjadi orang baik di manapun aku berada.

aku terharu. aku lupa doa spesial apa yang telah aku panjatkan untuk ibuku.
aku berdoa semoga ia sehat dan bahagia.
tak pernah ada doa yang khusus.
aku tak pernah berdoa agar ia tak pernah tua.
padahal doa itu sepertinya bagus.

“jadilah orang baik, maka kamu akan mendapat yang baik pula”
kata ayahku suatu malam ketika sedang duduk-duduk di teras belakang.
ayah menasihatiku.
ia berharap aku selalu mendapat yang terbaik

aku tidak ingat, kapan aku memberi sesuatu yang baik untuk ayahku.
ayah tidak pernah menuntut apa-apa dariku.
dan aku menjadi terlalu lupa untuk bertegur sapa.

maaf, ayah dan ibu, anakmu belum bisa mendapat yang baik karena anakmu belum baik. anakmu masih belajar menjadi baik. tetaplah menjadi mercusuar bagi anakmu yang terkadang buta arah.
ayah adalah suar, dan ibu lampunya. aku kapal yang terombang-ambing yang dinahkodai oleh ketidak pastian.

ayah, ibu, maafkan anakmu yang terlalu diam ini.
nanti akan kuberikan senyum di wajah tua kalian yang bagiku selalu nampak meneduhkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s