halo, kamu!

halo, kamu!
ya, kamu yang sekarang sudah tahu apa arti jarak..
apa kabar?
masih suka kata?
terakhir kali kudengar, kau sudah malas merangkai kata.
yah, sayang sekali. padahal aku punya banyak kata untuk kau rangkai..
tapi, yasudahlah. itu pilihanmu.

tinggal di mana kamu sekarang?
masih di rumah berdinding kata? atau sudah pindah ke bilik bunyi?
kenapa tidak memberi kabar?
aku punya paket buku untukmu. aku bingung mau kirim ke mana.
pak pos bilang sekarang rumahmu di antah berantah.
aku sedih mendengarnya.
aku ingin tahu rumahmu agar paket ini bisa kukirim. lagipula aku juga ingin berkunjung ke rumahmu jika aku sudah penat dengan kehidupanku.

kamu, masih menyimpan bayangnya?
dulu kamu bilang, bayangnya indah sekali.
aku ingat kamu dulu memesan pigura paling indah untuk memajang bayangnya di kamar tidurmu.
pikirku waktu itu, “wah, kamu benar-benar mengaguminya, ya.”
tapi apa guna mengagumi bayang tanpa tahu bagaimana bentuk si punya bayang?
hmm, kamu selalu seperti itu.
tak dapat kuterka apa lagi yang kau pikirkan.

yasudah.
aku harus segera kembali ke duniaku.
kamu baik-bak ya di duniamu yang baru.
sesekali aku akan berkunjung ke tempatmu.
nanti ku bawakan oleh-oleh.
sampai jumpa lain kali!

Galuh Sakti Bandini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s