tak ada judul untuk sajak ini

: sajak ini hanya untukmu

aku telah lama berada di sini.
di puncak kesabaran yang kau dirikan.

denganmu aku tak ingin turun kepada amarah.
dengamu aku tak ingin lupa,
sungguh, aku tak ingin.

debaran jantungmu tak akan kurasa di sini.
tapi tak apa,
sosokmu tetap terlihat dari atas sini.
bahkan hingga tinggal bayangpun aku masih akan di atas sini.
dan ketika kau benar-benar sudah tak lagi terlihat
aku baru akan turun —mungkin pada penyesalan, mungkin pada kelegaan

sungguh, sekat antara kita adalah hal yang paling membuatku muak —begitu tipis sekaligus kokoh
kau, aku, begitu rentan di sini.
aku, kau, begitu tegar di sini.

satu yang selalu kupertanyakan,
adakah kau telah sampai di puncak?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s