risau

adakah malam menenangkanmu?
meredamkan kegelisahanmu yang riuh.
adakah rembulan menyenangkanmu?
menyinari sepimu yang kelam.

dari dongeng tentang raja
kau memilih menjadi jelata yang meraja.
adakah kau sadar, tuan?
dirimu adalah penjelmaan sepi yang begiturupa telah mencinta ramai.

kau kelupas senyap sampai kau sendiri mabuk dalam sepi.
kau terjemahkan sunyi sampai akhirnya hanya kau temukan diam.
lalu apa yang kau cari dari bumi yang tak pernah lelah ini?

kau berpaling pada matahari tua
ketika siang menusukmu dengan bara yang meriuh,
kau tersepuh jingga hingga hatimu memerah

lalu gelap.
kau bergelayutan pada kelam
dan menyanyi tentang sepi.
kini kau dipeluk gelap

awan gemawan mengarakmu hingga ke kahyangan.
lalu kenapa kau tetap memilih bumi untuk dipijak?
apakah karena kau mencinta pagi?
sedang pagi amat mesra menggandeng siang.

kau diam.
berharap lupa.

Advertisements

One thought on “risau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s