Sajak lorong

lalu aku berdiam saja
di pinggir kata-kata
di tepian bunyi.
sepasang adalah impian
aku bernyanyi dengan sunyi di antara senyap
kau mau ikut??
boleh saja,
asal kau tak cinta kata
asal kau tak cinta bunyi.
lorong-lorong bergemeletuk dingin
kaku dan sepi membekukannya;
kau siap jadi lorong??
aku sudah sejak lama menjelma lorong yang kau lewati setiap hari
tapakmu telah terekam olehku
sedang dinginku tak tertangkap olehmu.
sayang sekali..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s