mati

Pagi yang manis
terkelupas oleh siang yang tajam.

lalu kenapa kau tetap merasa?
tidur saja agar tetap manis

kudendangkan lagu yang sama seperti terakhir kali kita dindangkan bersama
di bawah pohon kala senja.

senja selalu dirambati romantisisme

dongeng tentang bahagia selamanya yang kau suka telah terbakar
oleh kenyataan yang mengganas

itu kenapa ku suruh kau bermimpi saja

kau mau ke mana ?
aku tunggu kau di sini
sampai matahari menua
dan sampai rembulan mati.

GALUH SAKTI BANDINI

Advertisements

One thought on “mati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s