Romance XXXI: cerita gadis kacamata

di depanku ada pujangga pecinta senja
ia membakar cintanya,
tapi rasaku yang membara.
senjanya jadi malam
pujangga menjadi padam
karena malam membuatnya tenggelam
tak ada satu kata pun
mati semua asa dalam kata
kata dalam labirin yang membingungkan dan menyesatkan
membuatku terkantuk
bangku kosong dan emperan jalan
tetap saja sepi
malas sudah aku menatap malam
lelah sudah mata menatap buram
aku igin tidur
selamat malam

gadis berkacamata pun tertidur.

Arkhe&Galuh

Advertisements

Kemanakah Perginya Cinta?

aku tak tahu
dan takkan ada seorang pun yang mengetahuinya
karena bahkan keberadaan cinta pun tak ada yang mengetahui
meski merasa
meski merana
meski meraya
tapi toh tetap tak tahu di mana cinta itu.
apakah di hati?
apkah di otak?
apakah di tangan?
apakah di bibir?
apakah di kaki?
sungguh mati aku tak tahu
aku juga tidak tahu ke mana cinta pergi
tapi kosong
tapi bolong
berlubang rasanya di suatu tempat yang tak terjamah kata
mungkin cinta tak pergi,
mungkin cinta tak datang,
tapi tumbuh seiring umur sang waktu.
aku tak tahu.
sungguh.
sungguh.
aku tak tahu.

Galuh Sakti Bandini