Balada Kepergian; Memori

: Shelly Mailani

benang kenangan menjuntai dari pinggir hati robek

tanpa alas

dipermainkan angin yang membawa pergi debudebu halus kepedihan

ditemani senja yang pergi membawa terang

langit bersenandung lewat tangisannya yang aneh

rebahkanlah tubuhmu di atas awan itu, nona

biarkan pedihmu meresap dan terbuang turun

atau terbawa angin ke padang gersang

sandarkan punggungmu di kursi taman

nikmati kedatangan dan kepergian kupu-kupu yang

menggoda bungabunga

berenanglah di telaga hening

biarkan hatimu yang mulai mengering merasakan

sejuk kembali

jangan pedulikan

kereta

senja

angin

yang datang dan pergi terlalu cepat

pikirkan saja lantai dan dinding rumahmu yang

menjadi semakin dingin dan sunyi

tanpa kehadiran tapakkaki dan gema celotehanmu.

rona merah senja yang memukau memang harus pergi

cepat atau lambat

maka, rekam saja indah itu dalam memori

agar kau dapat memutarnya kembali ketika malam

menjadi terlalu senyap;

tunggulah pagi yang sebentar lagi akan

menjemputmu dengan hangatnya

dan rajutlah kembali hatimu dengan kenangan yang

telah kau kumpulkan..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s