Eksodus

mari, mari bicara tentang mimpi
asa-asa liar berlari hilir mudik di ruangruang hati
harap tanpa kekang
biasbias bahagia terpancar dari sinar-sinar lampu teplok
denting dawai kehidupan melambungkan visualisasi akan waktu yang belum datang
hidup tak ada sekat, yang ada hanya perjanjian
persetujuan antara hatihati dan otakotak penghuni bumi
kaki memijak tanah yang rendah
wajah memandang langit tinggi tanpa pernah bertanya siapa menyangga
kabut pekat seringkali bermain menyelubung tubuh yang penat
sampai pada titik dimana kabut dan tubuh sama lelah untuk saling menyelubung dan terselubung
dan tawa berderai dari mulutmulut yang lelah terselubung kabut
mari, mari bicara tentang nyata
nyawanyawa bersembunyi di dalam raga
jiwa menyelusup di antaranya
kuping terpasang rapi di kepala, mendengar keluh mendengar tawa
tawa dan keluh mendengung
kunang dalam rumah kardus bertugas dengan baik tanpa gaji
kurakura mau mati dalam air laut campur asam
ada samar dalam nyata
asa bergerak malumalu di tengah terik
duduk diam si pelajar, merenungkan ilmu pasti yang tetap diam
ayo ayo kita masuk ke dunia mimpi wahai penghuni kenyataan
lekas keluar dari mimpi yang membumbung tinggi, wahai pemimpi!
lekas laksanakan eksodus besar-besaran!
dunia mulai lapuk!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s