romance XVII : puisi di balkon sepi

angin yang berlarian mengabarkanku tentang seuatu yang membuat degup jantungku melonjak. awan yang gelap loteng yang diam jantungku mendadak berhenti melonjak. dia berjalan gontai kembali. burung hantu memutar kepalanya tanpa suara dengan jalannya yang gontai angin berhenti berlari, kabar tak jadi datang, aku terduduk lemas di balkon rumah tua yang membesarkanku. kamu sedang apa? menulis […]