kau

: kepada ibu selusin pensil, seratus kertas, beribu kata, tak akan sanggup menggambarkanmu yang menantiku dibawah pohon kala siang begitu jahat dan aku hanya datang dengan keluh yang liar sepulang sekolah saat aku masih menggunakan baju putih-merah sebuah pohon, sepuluh pemahat, sejuta desain, tak akan ada yang mampu mengabadikanmu yang menawarkan senyum setiap hari sehabis […]

kalu aku..

kalau aku boleh, aku masih menatap kagum dirimu saat kau tersenyum -meski tanpa makna- kalau aku bisa, aku akan tertawa mengimbangi tawamu -yang menggema di ruang tanpa batas- kalau aku sanggup, aku ingin merebutmu dari genggaman waktu, ganti aku yang menggenggam kalau aku dia, aku buat hanya hatimu saja yang meraja dihatiku kalau aku engkau […]

wanita besi

aku hanyalah wanita bertopengbesi berukir senyum hatiku hampirhampir aku lapisi besi tapi tak jadi, aku takut lebih besi dari besi mataku adalah mata fana matahati hanya mengintip malumalu yang mampu melihat kehakikian sebuah fana rasaku adalah rasa besi kepada air karenanya aku enggan mengeluarkan airmata takut berkarat sebesibesinya aku jantungku masih berdetak normal memompa darah […]