surat

: teruntuk engkau

aku ingin menulis saat ini
menulis apa saja tentangmu, tentangku, tentang kita.
kau bosan dengan cerita kita??
baiklah, mungkin aku akan menulis tentangnya, tentang mereka.

sayangku,
kau mungkin tak tahu, aku sudah berpikir sekian lama
tapi tak ada cerita tentang mereka
bahkan tak ada cerita tentangku,
yang ada hanya cerita tentangmu.
tawamu, tangisanmu, keluhmu, senyummu.

kasihku,
semalam aku berjalan di jalan setapak tepi telaga.
telaga itu memantulkan cahaya bulan dan tampak damai sekali.
tak ada riak, tak ada angsa yang berdansa.
jangan-jangan telaga itu adalah engkau??
aku takut jika telaga itu adalah dirimu,
damai dalam kesunyian dan kesendirian.

cintaku,
adakah kau masih menyimpan kenangankenangan yang kita buat?
ataukah sudah melebur bersama telaga?
aku membayangkan kita berdansa diatas kotak mainan yang dahulu kau berikan padaku
kita menjadi balerina yang berputarputar diatas kotak mainan
diiringi musik yang ada di dalamnya.

demi daun gugur yang jatuh di atas telaga,
aku benarbenar merindukanmu.
kau belum pernah sekalipun berkunjung lagi ke rumahku.
aku selalu menunggumu di teras depan rumahku,
tempat biasa kita berbicara lewat mata.
tempat kita biasa mengomentari orang yang lalulalang.

aku masih ingat,
kau tak pernah berani memencet bel rumahku.
kau selalu menelponku agar aku menunggu di teras depan dan membukakanmu gerbang.
aku hanya tersenyum dalam penantianku.

lalu kita bicara tentang manusia,
tentang kambingkambing yang merumput,
tentang awan, dan tentang rasa.
lalu kau bicara tentang awan, tentang alam, tentang asap.
aku hanya menanggapi dengan anggukan dan senyuman, aku tak begitu paham soal asap.

sayangku,
masih ingatkah kau akan itu semua??
semua aku simpan dengan baik, jika sewaktuwaktu
kau ingin melihatnya kembali.

maukah kau seperti telaga yang menerima air langit kapan saja??
aku adalah air langit yang terbuang, sayang..
yang akan jatuh ke bumi entah di bagian mana.
tapi aku berharap aku jatuh di telagamu.

malam hampir jatuh.
katakata sudah malas merangkai diri,
maka kusudahi surat ini bersama perginya rembulan.
semoga kau bahagia di sana tanpa kesunyian.

kamar sunyi, 28112010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s