romance XII : jatuhnya musim kemarau

air biru mengalir tanpa riak
laut pasrah menerima : anak kecil menangis
perahu kertasnya hilang

lain bersorak

sorakan tanda kesedihan kemarau
dulu jadi musim tanpa akhir
burungburung kecil tanpa nyanyi
membeku kesunyian tanpa tepi

aku ingin ke kamarmu, sayang
meminta tubuhmu yang gempal
jadi selimut tubuhku
yang lama jadi luka

awan tanpa air
kesedihan menjelma kemana tanpa angin
yang tersisa adalah
dingin tubuh sekujur kaku.

_arkhe&galuh_

Advertisements

2 thoughts on “romance XII : jatuhnya musim kemarau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s