MARI BERDANSA

mari berdansa denganku, sayang.. tanggalkan pakaian kebesaranmu berdansalah dalam kesederhanaan kau akan menjadi ringan. mari langkahkan kakikaki kita di lantai berdebu; kaki kita yang akan menghapusnya biarkan tubuhmu bergerak sesuai alunan melodi itu. waktu tak akan memburu kita, dia sudah kubunuh tadi. berdansalah terus, berhenti jika kau lelah, lalu berdansa lagi. jangan cemas, lantai dansa […]

TELAGA TUA

telaga tua menyimpan rahasia rahasia daun kuning gugur yang merindu. rahasia rusarusa yang dahaga telaga tua menyimpan rahasia dalam diam telaga tua menjadi pantulan sinar indah rembulan menampung air langit yang terbuang menyaksikan tawariang kerakera dalam diam telaga tua selalu diam tanpa senyum tanpa marah; diamnya sang telaga tua menjadikannya tempat curah seribu kisah _Galuh […]

waktu

waktu tergenggam di tangan seorang bocah dengan polos jadi wajahnya tetuatetua munafik menatap iri selama ini waktu yang menggengam mereka tetua itu hanya dapat berharap angin menerbangkan waktu dari tangan bocah angin menyerah hati mengeras menguat tekad kotak kaku waktu akan terus tergenggam ditangan sang bocah. _Galuh Sakti Bandini_

romance XII : jatuhnya musim kemarau

air biru mengalir tanpa riak laut pasrah menerima : anak kecil menangis perahu kertasnya hilang lain bersorak sorakan tanda kesedihan kemarau dulu jadi musim tanpa akhir burungburung kecil tanpa nyanyi membeku kesunyian tanpa tepi aku ingin ke kamarmu, sayang meminta tubuhmu yang gempal jadi selimut tubuhku yang lama jadi luka awan tanpa air kesedihan menjelma […]

romance XI : minuet di pinggir jalan

senja menguning menggelepar bersama hujan setiap rintik adalah minuet kala senja bersama kasihsayang ibu dan anak merah yang menyemburat menangkap kelam dalam rumahrumah mencipta jendela tanpa kaca burungburung bernyanyi merdu dalam dekap puting susu ibu angin membawa berhembus bersama debudebu jalan: segerombol anak iseng main di jalan angin membawa belaian yang memainkan rambut ibu dan […]