romance X : puisi bajingan

siangsiang mengarak sambil minum ciu birahinya mengambang cari tanah lapang dan anak bocah untuk pelampiasan awannya makin biru wanitanya bergairah namun tersendu. lapangan berlumpur, bocah main bola gawangnya ilalang; kipernya angin tanahnya berubah jadi seprei yang basah, burungnya gagah beterbangan ke udara tanpa sudut di kampungnya penduduk kurawa sengkhuni ledha-ledhe wanitanya jadi sore bocah-bocah terlelap […]

romance VIII : tentang mati

puisi ini adalah kematian yang akhirnya kuabaikan saat jilat api membayang pada topeng yang terpasang pada wajahwajah pasi. yang membuatku jadi mayat diam dan basi : kehidupan dan kematian adalah sesuatu yang dinanti setiap orang tanpa disadari. hadiah terindah untuk jiwajiwa yang letih mencuri penghidupan, mencari tiada. jarijari kecil makin dingin. jiwa bersatu bersama angin. […]

romance VII : sebuah puisi

ketika waktumu ingin menulis sebuah puisi maka tulislah sebelum katakata itu menguap mengembun terinjak kakikaki tanpa nama hancur tanpa lain katakata. ketika waktumu ingin merebahkan hati katakata adalah tempat tidur pada sebuah puisi yang tertanam pada kicau burung yang tak bisa diam menunggu waktu bercinta. ketika bayang hitam membawa biru puisi adalah petilasan katakata haru […]