romance VI: pagi

pagi mengusir pekat
tanpa daya
angin menyibak pintu
kamar seorang bersujud pada salat
dingin adalah doa
bertarung sampai tuaku tiba.
subuh bersekutu pada katakata
doa pada gelap yang penuh harap
terang.
mata memicing.
aku memanggilnya
hadir pada samping sujud
tanpa lambat hasrat yang selalu muncrat
sampai aku pergi
bersama pagi yang selalu pekat.

_arkhe&galuh_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s