rindu dekap pilu

kerinduanku memuncak hingga ubun-ubun memelukmu dalam bayang-bayang kelabu hangat tak merambat lewat pori-pori udara aku pergi ke dimensi lain, aku alpa membawamu saat ku kembali engkau tiada aku rindu dekapmu dalam pilu meredam ombak yang menghantam dinding” hati menyajikan semilir angin puspa dari ubun-ubun rindu itu terbang melanglangbuana mencari wadah lain 16112010 Advertisements

roman picisan

I. menunggumu ditemani angin semilir alunan melodi dalam hati mengalir sungai putih bening kemudian sucikah bening itu? entahlah, matamu bening tapi tak begitu suci sepertinya. persetanlah dengan mata beningmu itu aku tetap menunggumu disini bersama angin semilir dan kadal yang hiperaktif ku tunggu engkau sampai sinar mentari tak dipantulkan oleh telaga. II aku tak jadi […]