serpihan cermin

tak akan kau mengerti sakitku ini sayang,

ketika cermin diri pecah berantakan,hancur lebur

aku tak lagi dapat melihat parasku sendiri

kini aku harus berkaca kepada apa?

air itu tak cukup bagus merefleksikanku

dia sudah mulai keruh, sayang

kini hanya kulihat bayang diri yang hitam

karena cermin itu pecah sudah.

harus berkaca kepada apa lagi?

aku akan tetap berkaca di pecahan cermin itu,

walau yg terpantul tak seluruh parasku

dan aku akan lega mengetahui parasku masih dan akan tetap sama.

galuh sakti bandini
-depok, 2 september2010-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s