Galau

aku marah, namun tak bersedia ku kobarkan apinya

aku sedih, namun ku larang langit menangis untukku

aku luruh tanpa hujan

hatiku bolong

entah harus ditambal menggunakan apa

menggunakan tanah barangkali

atau batu?

atau air yang bisa mengikis tanah

atau batu sekalipun

entahlah

aku tak ingin jadi batu,

terlalu keras, aku bisa kebas

aku juga tak mau menjadi merpati,

terlalu bebas, aku bisa lepas

aku ingin menjadi kau atau dia yang tak peduli akan batu atau merpati

sampai ku di persimpangan

haruskah ku pilih jalan atau kubangun saja rumah di persimpangan ini,

menunggumu lewat kembali

aku luruh tanpa hujan

aku biru

terselubung rindu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s