kebencian

kebencian itu hanya dipermukaan, sayang.
ketika kau buat percik-percik air di hatiku dan berubah menjadi ombak,
kebencian yg sudah mengendap -terlupakan- muncul kepermukaan.
kebencian itu tak sampai mengotori hatiku,
walau membuat hatiku tak sejernih seperti ketika tetesan sperma dibuahi di indung telur ibuku dan berubah menjadi makhluk baru.
kebencian itu mungkin aku perlukan, walau tak ku butuhkan.
hanya sekedar untuk menyadari bahwa aku masih hidup di dunia fana ini.
atau mungkin itu bukan benci?
hanya tak suka yg kutafsirkan sebagai benci.
maaf, aku tak pandai menafsir rasa
seperti engkau tak pandai menafsir kata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s