dilema pendidikan dan perekonomian

pendidikan itu penting. gue gak sembarangan ngomong lho! gini nih, kebanyakan masyarakat miskin itu adalah masyarakat yang minim pendidikannya atau bisa dikatakan bodoh. jadi kebodohan itu pangkal kemiskinan. kalo kita mau bangsa kita maju, ya kita harus memajukan pendidikannya.

pendidikan yang gue maksut disini bukan hanya pendidikan formal yang kita dapet dibangku sekolah. tapi juga pendidikan akhlak dan skill. percuma kalo dia berpendidikan sekali sampe dibilang Yang Amat Terpelajar kalo gak punya sopan santun.

gue jadi mau cerita tentang mantan tetangga gue. dulu gue punya tetangga, hendi namanya. dia itu lebih muda dari gue. sekarang sih harusnya dia SMP. tapi gue ngeliat dia jadi calo d’stasiun! gue kaget. anak sekecil itu udah punya kharisma “pemimpin”. ko dia gak sekolah?? itu pertanyaan gue waktu itu. tapi kalo diliat dari keluarganya sih, gak mengherankan dia jadi kayak begitu. dia gak terlahir dikeluarga yang kaya, jadi dia harus cari cara supaya dia bisa makan. dan dia pilih cara menjadi calo. karena menurut gue, pekerjaan halal yang gak menuntut intelektualitas dan sesuai dengan umurnya ya cuma itu. dulu seinget gue dia pernah jadi pengamen d’stasiun juga. mungkin karena itu dia tertarik dengan dunia per-calo-an.

nah, masalahnya adalah siapa yang bertanggung jawab atas hal itu?? ada dua pertanyaan dibenak gue. pertama, apakah ekonomi berpengaruh besar pada pendidikan? atau pendidikan mempengaruhi perekonomian? orang yang bisa kuliah pada umumnya orang yang berada semua. sedangkan orang miskin itu yang gak bisa sekolah.

gue masih gak ngerti tentang yang dimaksut pemerintah dengan sekolah gratis. kalo emang pemerintah mau ngadain sekolah gratis ya gratis semuanya! jangan cuma bayaran ama buku doang! kalo pemerintah gak sanggup, cari dong dermawan! (lagian gue gak yakin pemerintah gak sanggup. bukannya gak sanggup, tapi gak menyanggupi. wong pemerintah korupsinya gede-gedean ko!) cari siapa aja yang mau nyumbang buat kemajuan pendidikan indonesia (mungkin nyumbang baju ama sepatu). terus pendistribusiannya juga harus sesuai. jangan yang udah kaya d’kasih lagi!

ps: gue nulis blog ini tanpa sumber” relevan dan hanya murni pendapat pribadi gue. jadi, kalo ada pihak” yang tidak setuju atau bahkan tidak senang atau menganggap tulisan ini cuma omong kosong, ya mohon dimaapken. (^^,)

Advertisements

3 thoughts on “dilema pendidikan dan perekonomian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s