mimpi wina

gadis itu sudah rapi dengan seragam sekolahnya, padahal mentari belum lagi muncul menunjukan kegarangannya, dan ayam tidak juga berkokok, mungkin ia lelah berkokok kemarin pagi.
bangun pagi adalah rutinitas kesehariannya, ia senang bangun pagi, karena ia suka melihat proses pertukaran tugas rembulan dan mentari. langit itu kadang kelabu, kadang merona kemerahan, kadang juga biru tanpa awan. ia mempersiapkan semuanya sendiri. dari sarapan, buku, PR, dan segalanya. orang tuanya masih tertidur dengan lelapnya dikamar mereka. dia tak berniat sekalipun membangunkan orang tuanya.
gadis itu bernama wina. wina, siswi SMP yang mandiri. yang selalu mengalah untuk orang tuanya.
wina bukanlah dari keluarga yang berada, namun ia juga tak kekurangan. ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. ayahnya juga hanya pegawai sebuah perusahaan swasta. dia mempunyai adik yang pintar dan lucu, toro namanya.
pagi itu ia ingin segera pergi sekolah, dia tak ingin bertatap muka dulu dengan orangtuanya. dia kesal, semalam merka bertengkar lagi. jadilah dia berangkat sekolah pagi-pagi. ternyata dia adalah murid pertama yang sampai. daripada dia duduk sendirian dikelas, dia memilih duduk di kursi didepan kelasnya, sambil melihat para penjaga sekolah yang membersihkan sekolah.
“pagi-pagi amat neng datengnya!” teriak penjaga itu dari seberang lapangan. mungkin ia penasaran ada murid yang datang pagi-pagi sekali kesekolah, padahal biasanya siswa datang terlambat. tapi wina sedang tidak mood untuk menjawab, ia hanya membalas dengan senyuman.
penjaga sekolah itu bernama pak ujang, ia tinggal dirumah yang satu komplek dengan sekolah bersama keluarganya dan beberapa penjaga sekolah yang lain. memang, seperti keluarga yang lain, pagi-pagi adalah waktu untuk sarapan, istri pak ujang memanggil pak ujang untuk sarapan.
“paaak, saran dulu! ini udah siap!”
“iya buu!” jawab pak ujang.
sebetulnya wina sedikit iri dengan keluarga pak ujang. istri pak ujang setia dan rela hidup dengan pak ujang, ia terlihat tak pernah mengeluh walau suaminya hanya seorang penjaga sekolah. tidak seperti mamanya. mamanya sering kesal apabila bapak pulang malam. bapak disambut dengan raut muka kesal mama, bukan dengan segelas teh hangat dan makanan yang sudah tersaji di meja makan bersama senyuman manis mama. kenapa mamanya tidak pernah memikirkan bapak? mungkin bapak punya banyak masalah di kantor. bapak juga salah, kenapa tidak menelpon mama, dan memberi kabar? “harus selalu aku yang menelpon” batinnya.

satu persatu temannya datang, dan ia pun melupakan masalahnya untuk sejenak. saat ia tertawa lepas bersama para teman-temannya, seakan semua masalah mengenai mama dan bapak pun ikut lepas.

***

“kakak, jangan nyetel tipi!” ujar toro.
“ahh, jangan gitu dong! kakak kan lagi nonton tipi! pilemnya bagus tuh!”
“gak boleh, kita maen kartu aja!”
walau kesal, wina tetap menemani adiknya bermain kartu. ia sangat sayang pada adiknya. dia memang kadang bandel, tapi dia sering kali membuat ia tertawa. mama sebenarnya adalah orang yang lucu, tapi jika sudah keluar egonya sungguh mengesalkan! jika sudah begita wina hanya bisa diam, mamanya tak mau disalahkan.
“ma, sini napa ma! rengek wina. ia ingin bermain bersama mamanya juga.
“iya, bentar. mama lagi gosok. na, tolong telpon bapak gih na. lagi ngapain?”
“ah, mama aja ah yang nelpon. aku kan lagi maenan. lagian mama kan deket sama telpon”
“mama lagi repot nih! disuruh mamanya kok gak mau!”
lagi-lagi wina yang disuruh menelpon bapak, padahal seharusnya mama dan bapak bisa ngobrol. wina tidak habis pikir kenapa mamanya enggan untuk sekedar menelpon bapak, padahalkan mereka suami istri?
“ma, kata bapak dia hari ini pulang malem. pengen ke rumah pak nofal, mau benerin mesin”
“ohhh,”
‘oh’? mamanya hanya menjawab ‘oh’?? tidak adakah kata lain yang bisa mama ucapkan? wina sebenarnya kesal, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. lalu kenapa bapak harus pulang malam lagi? ia rindu bercanda dengan bapak. ia rindu saat dimana seluruh anggota keluarga berkumpul dan bercanda. toro tertawa riang, mama tersenyum, bapak bermain gitar, dan wina sendiri akan menemani toro tertawa.

***

malam itu wina tidak bisa tidur, mama dan bapak bertengkar hebat! mama kesal karena bapak pulang malam terus, mama langsung memasang wajah cemberut dan mereka berbicara di luar. wina tidak bisa mendengar mereka berbicara apa. tapi entah kenapa mama langsung lari keluar, entah kemana. bapak dan toro mencari mama dengan motor. perasaan wina mengatakan bahwa mama hanya bersembunyi disamping rumahnya. mama pasti melihat toro dan bapak mencarinya malam-malam. tapi kenapa mama tidak memberhentikan mereka? wina tidak ingin mempersalahkan mama, bagaimanapun bapak juga salah karena tidak mempunyai waktu untuk keluarga. wina sendiri di kamar, bingung harus berbuat apa.
akhirnya mama masuk ke rumah, dia sholat. entah saking khusuknya atau dia sedang tak ingin di ganggu, panggilan wina tak ia jawab. padahal wina hanya ingin mengetahui apakah mamanya baik-baik saja? dan malam itu, tepat jam 3 pagi mama mengatakan bahwa ia akan pulang kampung besok pagi untuk mencari ketenangan. mama hanya mengatakan dan tidak menanyakan persetujuan wina. wina hanya bisa mengangguk.

***

kemarin mama pergi, kata mama dia ingin menenangkan diri.

to:wina
from: mama
nak, mama sudah sampai. mama belum tahu kapan mama bakal balik lagi kesana. wina lagi ngapain? lagi sama siapa?”

wina sebenarnya senang mengetahui mamanya telah sampai dengan selamat. namun dia sedih, mengapa mama tidak memberitahukan kapan dia akan pulang? wina takut mamanya tak akan pulang. namun dia yakin mamanya pasti akan pulang. sebentar lagi liburan akan tiba, wina akan menyusul mama dan mengajaknya pulang.

***

sudah 3 hari, mamanya tidak bisa dihubungi. tapi mama mengatakan ia akan berada di rumah uwak sampai hari kamis, itu berarti 5 hari mama akan berada di sana. wina sangat kangen dengan mama dan toro. dia tidak mau tinggal berdua dengan bapak. karena kalau siang dia harus tinggal sendiri.

malam itu, dengan hati yang sedih wina menulis di diary-nya.
“malem ini aku nulis khusus untuk mama. ma, mama tau gak kalo aku kangen banget sama mama? mama tau gak? kemarin ulangan aku dapet 9! tapi aku bingung mau kasih tau siapa? mama gak ada, toro gak ada, bapak juga gak ada. tadinya kau mau kasih tau bapak, tapi kasian, bapak capek. habis pulang trus langsung tidur.
mama lagi ngapain di sana? mama udah tenang? ma, sekarang gantian aku yang gak tenang. aku juga mau pergi kayak mama, tapi aku harus pergi ke mana? mama bisa pergi ke rumah mamanya mama. tapi kalo aku? mama kan lagi pergi. aku juga gak tega mau ninggalin bapak. kasian bapak pulang kerja enggak ada yang ngurusin nanti.
mama kenapa harus pergi sih? kenapa mama gak nyari ketenangan dengan banyak doa aja sama Tuhan? wina bingung harus cerita sama siapa kalo pas di sekolah tadi ada kejadian lucu. wina harus cerita sama siapa kalo sekarang wina lagi sedih banget. wina tau Tuhan selalu ngedengerin wina dan Dia selalu ada buat wina. dan wina selalu berdoa sama Tuhan semoga Tuhan juga selalu ada buat mama dan gak pernah ninggalin mama sendirian.
wina bingung harus ngomong apa. yang jelas wina kangen banget sama mama. wina mau mama cepet pulang dan mama sama bapak juga bakalan baik-baik aja. ma, aku boleh nanya sesuatu? kenapa waktu mama pergi mama gak mikirin perasaan wina? kenapa mama gak ngomong sama wina dulu? kita kan bisa ngomong baik-baik. kenapa mama mau cari ketenangan sendiri? kenapa mama gak bagi-bagi ketenangan sama wina?
wina tau mama kesel gara-gara bapak pulang malem lagi, atau ada masalah lain yang wina gak tau. tapi kenapa mama pergi? kenapa gak kita bicarain dulu? kenapa mama perginya jauh sih ma? kenapa gak yang deket aja biar wina bisa nyusul? maap ya ma, wina banyak nanya. tapi wina emang beneran pengen tau.
ma, seandainya wina gak bisa ketemu sama hari esok, lewat tulisan ini wina mau ngasih tau kalo wina sayang banget sama mama, bapak, sama toro juga. wina gak mau kalo kita berantem. wina mau kalo keluarga wina bahagia sampai nanti, kayak cerita princess yang selalu happy ending bahagia selamanya. selamat malam mama. semoga mama udah tenang dan semoga bapak bisa punya cukup waktu buat kita ya ma . .

NB : besok aku mau jemput mama! mama jangan kemana-mana. besok kita pulang bareng. bapak yang nganterin aku”

wina terlelap sambil memeluk diary-nya. dia bermimpi terbang ke arah mama bersama bapak juga toro. dia siap menghadapi hari esok. sementara bapak yang baru pulang kerja membaca diary malaikat kecilnya itu dengan mata berair.
” bapak janji,na. bapak akan jadi bapak yang baik buat kalian.” ucap bapak lirih.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s