untitled

ia yang tersembunyi di selubung malam
menundukkan wajah dari duka yang mendalam
ratapannya ialah senandung duka penghuni surga
sampai terbang jiwa terhempas juga raga

dunia hanyalah kesedihan yang mengharu biru
karena ia terikat runag juga waktu

terlalu lama ku terpuruk luka
karena bagiku cinta ialah derita
jangan kau katakan “ini sudah yang ke-4 kali”
tapi katakanlah, “ini belum yang ke-5kali”

hati ini tertatih-tatih
mengejar rindu sampai jiwa letih
tapi tak apalah walau begitu
aku menangis tak ada yang tahu

jangan kau kira aku ini pengecut
yang menangis hanya karena cinta yang kecut
tidakkah berani bukan berarti meniadakan hati ?
sebab tangis adalah simbol keberadaan hati

sudahlah . . kalian takkan mengerti
karena hanya Tuhan yang cintaNya hakiki

ini hanya ratapan seorang pujangga
bukan keluhan penghuni neraka
agar menjadi bukti abadi
disaat hari perhitungan nanti

this poem was made by : laode atthar al-fikry (ketua osis d’skolah gw . hhe)

Advertisements

2 thoughts on “untitled

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s