akhirnya jua

mereka bilang setiap yang berwawal,
ada juga penghabisannya
karena Tuhan juga berfirman,
Setiap yang bernafas pasti mati

memang terlalu naif,
apalagi mengingat hinanya diri
untuk mengingkari setiap yang terucap,
dan semua yang termaktub kitab

hanya tinggal diri,
di tepi telaga,
menari bersama rerumputan,
menyibak hening yang selimuti hati

hanya katak beludu . .
melompat dan bernanyi
riang sekali . .
tapi seriang apapun melompat,
toh akhirnya akan berdiam di atas teratai

seperti cinta
tak selamanya membara
ada kalanya terpadamkan,
oleh airmata,
oleh air telaga . .

lagi-lagi terluka
kembali lagi derita

jika mendung kelamnya awan,
bisa isyaratkan isi hati
maka biarkan saja
turunkan hujan
sapu bersih kesedihan

toh, seusainya nanti
akan tergambar indah pelangi
biar sore ini bisa kupandangi,
bersama tenggelamnya mentari
tenggelam jua bayang diri

Advertisements

One thought on “akhirnya jua

  1. ini pasti karya laode…
    ia kn??
    bwt karya ndiri dund…
    huhuhuhu…
    padahal kn karya lo gk kalah ma karya laode…
    ok2!!
    smangadh!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s